#PikiranAbstrak : Pengharapan Tinggi

Atau dalam bahasa Inggris adalah 'high hope'; sebuah kata yang terlampau sering didengar dan diutarakan. Dalam tulisan saya kali ini, saya ingin membahas pengaharapan tinggi ini dari segi asmara. Bagaimana kemudian pengharapan tinggi yang dieluh-eluhkan menjadi beban untuk diri saya dan partner saya (kala itu). Pada dasarnya, setiap manusia memiliki sifat pengharap. Dalam segi apapun, … Continue reading #PikiranAbstrak : Pengharapan Tinggi

Advertisements

Freak Out

I am getting older and older and the more I realized that I am getting older, I started to freak out. Every things freak me out more often. Like, money, clothes, make-up, gym, sleep, blanket, accessories, hair, food, even cat. I don't like being freaked out, to be honest—not like this or in another way. … Continue reading Freak Out

Tahan

Aku menahan kau pergi sore itu. Kau yang sudah bersolek begitu cantiknya. Menggenggam tas merah darah. Gaun hitam penuh kerlipan. Sepasang sepatu merah bak di cerita dongeng. Dan rambut cokelat menjuntai. Aku menahan kau untuk berkata bahwa kau begitu cantik. "Astaga... Tumben sekali ucapanmu ini, Sa." Lalu tawa kau menggelegar. Dan hatiku berdesir. Aku masih … Continue reading Tahan

#PikiranAbstrak : Ketuhanan

Menulis kali ini disponsori oleh ke-impulsif-an seorang Aires di hari Jum'at siang di sela-sela jam kerja. Begitulah saya, begitu random dan ingin diperhatikan. Kali ini, dibantu poling dari beberapa teman baik di Instagram, saya menulis sebuah pikiran abstrak dengan judul ketuhanan. Salah satu topik abstrak yang sering muncul di kepala saya--yang lebih ramai dari pasar … Continue reading #PikiranAbstrak : Ketuhanan

Beberapa tahun kemudian, kalau Ni ingat akan hal ini semua, benar-benar ia dapat mengerti mengapa orang laki-laki selalu mementingkan diri sendiri. Semasa kanak-kanak, para lelaki diajarkan untuk menganggap orang perempuan, sebagai makhluk yang lebih rendah derajatnya ketimbang laki-laki. Ni sering mendengar ibunya, bibi-bibinya, kenalan-kenalannya perempuan, dengan nada mengejek menghina mengatakan: "anak perempuan, ia cuma anak … Continue reading

Merela

Atas nama merela, tak semua orang sanggup, Gusti Contohnya hamba-Mu yang satu ini Merela adalah tugas negara yang sedari dulu saya emban, saya tempakan pada diri sendiri, tapi hasilnya?! Ya, masih begini-begini saja Susah, Gusti Dari berbagai aspek hidup mana pun yang Engkau ambil, mana ada saya bisa dengan mudahnya merela, Gusti?! Sambat hujan Sambat … Continue reading Merela